Cuti PNS

Cuti Tahunan

  1. Cuti Tahunan dapat diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) termasuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang bekerja terus menerus sekurangkurangnya 1(satu) tahun.
  2. Lamanya Cuti Tahunan adalah 12 (dua belas) hari kerja (dikurangi apabila ada cuti bersama yang ditetapkan oleh pemerintah) dan tidak dapat dipecah-pecah hingga jangka waktu yang kurang dari 3 (tiga) hari kerja. Misalnya: Seorang PNS/ CPNS mengajukan cuti tahunan untuk tahun 2013. Dalam hal ini maka pejabat yang berwenang seyogyanya dapat memberikan cuti tahunan kepada PNS/CPNS selama 12 (dua belas) hari kerja tetapi karena ada cuti bersama yang ditetapkan oleh pemerintah sejumlah 5 (lima) hari kerja pada tahun 2013, maka cuti tahunan yang diberikan hanya 7 (tujuh) hari kerja.
  3. Bagi PNS/CPNS yang ditugaskan dalam bidang pelayanan tidak mengambil cuti bersama yang ditetapkan oleh pemerintah maka hak cuti tahunannya tidak dikurangi.
  4. Apabila cuti tahunan tidak diambil dalam tahun yang bersangkutan, dapat diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 18 (delapan belas) hari kerja termasuk cuti tahunan dalam tahun yang sedang berjalan. Misalnya: Seorang PNS/CPNS dalam tahun 2012 tidak mengajukan cuti tahunan. Kemudian yang bersangkutan dalam tahun 2013 mengajukan cuti tahunan, untuk tahun 2012 dan tahun 2013. Dalam hal ini maka pejabat yang berwenang seyogyanya dapat memberikan cuti tahunan kepada PNS/CPNS yang bersangkutan selama 18 (delapan belas) hari kerja, namun karena pada tahun 2013 ada cuti bersama sebanyak 5 (lima) hari kerja, maka cuti tahunan yang diberikan hanya 13 (tiga belas) hari kerja.
  5.  Apabila cuti tahunan tidak diambil lebih dari 2 (dua) tahun berturut-turut atau lebih dapat diambil dalam tahun berikutnya untuk paling lama 24 (dua puluh empat) hari kerja termasuk cuti dalam tahun yang sedang berjalan. Misalnya: Seorang PNS/CPNS dalam tahun 2011 dan tahun 2012 tidak mengajukan permintaan cuti tahunan. Kemudian yang bersangkutan dalam tahun 2013 mengajukan permintaan cuti tahunan untuk tahun 2011, 2012, 2013. Dalam hal ini pejabat yang berwenang seyogyanya dapat memberikan cuti tahunan kepada PNS/CPNS yang bersangkutan selama 24 (dua puluh empat ) hari kerja, namun karena pada tahun 2013 ada cuti bersama sebanyak 5 (lima) hari kerja, maka cuti tahunan yang diberikan hanya 19 (sembilan belas) hari kerja.
  6. Cuti diajukan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti melalui saluran hirarkhi, paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum pelaksanaan cuti menurut contoh sebagai tersebut dalam lampiran Surat Edaran ini.
  7. Cuti diberikan secara tertulis oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti secara tertulis menurut contoh sebagai tersebut dalam lampiran Surat Edaran ini.
  8. Bagi PNS/CPNS yang menjadi Guru pada sekolah yang mendapat liburan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku tidak berhak atas cuti tahunan.
  9. Untuk menjamin kelancaran pelaksanaan pekerjaan, maka pemberian cuti dalam waktu yang sama hanya dapat diberikan oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti sebanyak-banyaknya 5 % (lima persen) dari jumlah kekuatan pegawai yang ada dalam lingkungan kerja.

 Cuti Sakit

  1. PNS yang sakit selama 1 (satu) atau 2 (dua) hari, harus memberitahukan kepada atasannya baik secara tertulis maupun dengan pesan melalui perantara orang lain.
  2. PNS yang sakit lebih dari 2 (dua) hari sampai dengan 14 (empat belas) hari, harus mengajukan permintaan cuti secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter.
  3. PNS yang sakit lebih dari 14 (empat belas) hari, harus mengajukan permintaan cuti secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti dengan melampirkan surat keterangan dokter Pemerintah atau dokter swasta yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan. Lamanya cuti diberikan paling lama 1 tahun dan dapat ditambah paling lama 6 (enam) bulan apabila dipandang perlu berdasarkan keterangan Dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan.
  4. PNS yang tidak sembuh dari penyakitnya dalam jangka waktu sebagaimana dimaksud pada huruf c, harus diuji kembali kesehatannya oleh Dokter yang ditunjuk oleh Menteri Kesehatan (Tim penguji kesehatan tersendiri), apabila berdasarkan hasil pengujian kesehatan tersebut masih belum sembuh dari penyakitnya tetapi ada harapan untuk dapat Bekerja kembali, maka ia diberhentikan dengan hormat dari jabatannya dengan mendapatkan uang tunggu dan apabila tidak ada harapan untuk dapat bekerja kembali, maka ia diberhentikan dengan hormat sebagai PNS, dengan mendapatkan hak-hak kepegawaian menurut perundang-undangan yang berlaku.
  5. PNS wanita yang mengalami gugur kandungan berhak atas cuti paling lama 1 ½ (satu setengah bulan).
  6. PNS yang mengalami kecelakaan dalam dan oleh karena menjalankan tugas kewajibannya yang mengakibatkan PNS tersebut mendapat perawatan, berhak atas cuti sakit sampai ia sembuh dari penyakitnya.
  7. Diajukan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti melalui saluran hirarkhi.

 Cuti Karena Alasan Penting

  1. Diberikan kepada PNS untuk alasan Ibu, Bapak, Istri/Suami, Anak, Adik, Kakak, Mertua/ Menantu sakit keras atau meninggal dunia atau perkawinan PNS yang pertama.
  2. Diberikan paling lama 2 (dua) bulan.
  3. Diajukan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti dengan menyebut alasan-alasannya.
  4. Diberikan oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti secara tertulis.

 Cuti Besar

  1. Dapat diberikan kepada PNS yang telah bekerja sekurang-kurangnya selama 6 (enam) tahun secara terus menerus.
  2. Lamanya cuti besar adalah 3 (tiga) bulan.
  3. PNS yang menjalani cuti besar tidak berhak lagi atas cuti tahunannya dalam tahun yang bersangkutan.
  4. Dapat digunakan untuk memenuhi kewajiban agama.
  5. Apabila ada kepentingan dinas yang mendesak cuti besar dapat ditangguhkan pelaksanaannya oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti untuk paling lama 2 (dua) tahun.
  6. Selama menjalankan cuti, PNS menerima penghasilan penuh yaitu gaji pokok dan penghasilan lain yang berhak diterimanya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku kecuali tunjangan jabatan.
  7. PNS yang mengambil cuti kurang dari 3 (tiga) bulan, maka sisa cuti besar yang menjadi haknya hapus.
  8. Harus diajukan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti melalui saluran hirarkhi.
  9. Diberikan secara tertulis oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti.
  10. Apabila akan dipergunakan untuk memenuhi kewajiban agama, diajukan sekurang-kurangnya 2 (dua) minggu sebelum tanggal keberangkatan.

 Cuti Bersalin

  1. Dapat diberikan kepada PNS wanita untuk persalinan pertama, kedua dan ketiga. Persalinan pertama yang dimaksud adalah persalinan pertama sejak yang bersangkutan menjadi PNS.
  2. Untuk persalinan yang keempat dan seterusnya, kepada PNS wanita diberikan cuti di luar tanggungan Negara.
  3. Lamanya cuti adalah 1 (satu) bulan sebelum persalinan dan 2 (dua) bulan sesudah persalinan.
  4. Apabila cuti sebelum persalinan baik sebagian maupun keseluruhan tidak diambil, maka tidak menambah hak cuti sesudah persalinan.
  5. PNS wanita yang akan bersalin untuk keempat kalinya dan seterusnya, apabila menjelang persalinan tersebut mempunyai hak atas cuti besar, dapat menggunakan cuti besar tersebut sebagai cuti persalinan.
  6. Diajukan secara tertulis kepada pejabat yang berwenang memberikan cuti melalui saluran hirarkhi 14 (empat belas) hari sebelum pelaksanaan cuti.
  7. Diberikan oleh pejabat yang berwenang memberikan cuti secara tertulis.
  8. PNS wanita yang telah selesai menjalankan cuti di luar tanggungan Negara untuk persalinan keempat dan sterusnya, dengan surat keputusan pejabat yang berwenang memberikan cuti diaktifkan kembali dalam jabatan semula.

Presentasi Pengelolaan Cuti PNS Pemerintah Kota Salatiga (.pptx)